Metode Example and Nonexample (Contoh Non-Contoh)

Posted by Unknown Sunday, May 22, 2016 0 komentar
Konsep pada umumnya dipelajari melalui dua cara. Paling banyak konsep yang kita pelajari di luar sekolah melalui pengamatan dan juga dipelajari melalui definisi konsep itu sendiri. Example and Nonexample adalah taktik yang dapat digunakan untuk mengajarkan definisi konsep. Taktik ini bertujuan untuk mempersiapkan siswa secara cepat dengan menggunakan 2 hal yang terdiri dari example dan non-example dari suatu definisi konsep yang ada, dan meminta siswa untuk mengklasifikasikan keduanya sesuai dengan konsep yang ada. Example memberikan gambaran akan sesuatu yang menjadi contoh akan suatu materi yang sedang dibahas, sedangkan non-example memberikan gambaran akan sesuatu yang bukanlah contoh dari suatu materi yang sedang dibahas.

Example and Nonexample dianggap perlu dilakukan karena suatu definisi konsep adalah suatu konsep yang diketahui secara primer hanya dari segi definisinya daripada dari sifat fisiknya. Dengan memusatkan perhatian siswa terhadap example dan non-example diharapkan akan dapat mendorong siswa untuk menuju pemahaman yang lebih dalam mengenai materi yang ada.

Menurut Buehl (1996) keuntungan dari metode example and nonexample antara lain:
1. Siswa berangkat dari satu definisi yang selanjutnya digunakan untuk memper- luas pemahaman konsepnya dengan lebih mendalam dan lebih komplek
2. Siswa terlibat dalam satu proses discovery (penemuan), yang mendorong mereka untuk membangun konsep secara progresif melalui pengalaman dari example dan non example
3. Siswa diberi sesuatu yang berlawanan untuk mengeksplorasi karakteristik dari suatu konsep dengan mempertimbangkan bagian non example yang dimungkinkan masih terdapat beberapa bagian yang merupakan suatu karakter dari konsep yang telah dipaparkan pada bagian example.

Tennyson dan Pork (1980 hal 59) dalam Slavin 1994 menyarankan bahwa jika guru akan menyajikan contoh dari suatu konsep maka ada tiga hal yang seharusnya diperhatikan, yaitu:
1. Urutkan contoh dari yang gampang ke yang sulit.
2. Pilih contoh – contoh yang berbeda satu sama lain.
3. Bandingkan dan bedakan contoh – contoh dan bukan contoh

Menyiapkan pengalaman dengan contoh dan non-contoh akan membantu siswa untuk membangun makna yang kaya dan lebih mendalam dari sebuah konsep penting. Joyce and Weil (1986) dalam Buehl (1996) telah memberikan kerangka konsep terkait strategi tindakan, yang menggunakan model inkuiri untuk memperkenalkan konsep yang baru dengan metode Example and Nonexample.

Kerangka konsep tersebut antara lain:
1. Menggeneralisasikan pasangan antara contoh dan non-contoh yang menjelas- kan beberapa dari sebagian besar karakter atau atribut dari konsep baru. Menya- jikan itu dalam satu waktu dan meminta siswa untuk memikirkan perbedaan apa yang terdapat pada dua daftar tersebut. Selama siswa memikirkan tentang tiap examples dan non-examples tersebut, tanyakanlah pada mereka apa yang membuat kedua daftar itu berbeda.
2. Menyiapkan examples dan non examples tambahan, mengenai konsep yang lebih spesifik untuk mendorong siswa mengecek hipotesis yang telah dibuatnya sehingga mampu memahami konsep yang baru.
3. Meminta siswa untuk bekerja berpasangan untuk menggeneralisasikan konsep examples dan non-examples mereka. Setelah itu meminta tiap pasangan untuk menginformasikan di kelas untuk mendiskusikannya secara klasikal sehingga tiap siswa dapat memberikan umpan balik.
4. Sebagai bagian penutup, adalah meminta siswa untuk mendeskripsikan konsep yang telah diperoleh dengan menggunakan karakter yang telah didapat dari examples dan non-examples.

Baca Selengkapnya ....

Download Panduan Lomba Inobel Guru 2016

Posted by Unknown 0 komentar

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 41 ayat (3) mengamanatkan  pemerintah pusat dan daerah wajib memfasilitasi satuan pendidikan dengan pendidik dan tenaga kependidikan yang diperlukan untuk menjamin terselenggaranya pendidikan yang bermutu. Pendidikan yang bermutu adalah pendidikan yang berfungsi untuk menyiapkan peserta didik agar dapat menghadapi tantangan perubahan dalam kehidupan lokal, nasional, dan global melalui pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, dan menyenangkan. Oleh karena itu, pendidikan perlu dikembangkan secara berkelanjutan sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Guru sebagai salah satu sub sistem dari sistem pendidikan nasional memiliki peran strategis dalam mempersiapkan peserta didik menjadi anak Indonesia yang pintar, trampil, dan berkarakter. Kewajiban guru sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru Pasal 52 ayat (2) mencakup kegiatan pokok yaitu merencanakan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, membimbing dan melatih peserta didik, serta melaksanakan tugas tambahan.
Untuk melaksanakan tugasnya secara profesional, seorang guru tidak hanya memiliki kemampuan teknis edukatif, tetapi juga harus memiliki kepribadian yang dapat diandalkan sehingga menjadi sosok panutan bagi peserta didik, keluarga maupun masyarakat. Selaras dengan kebijakan pembangunan yang meletakkan pengembangan sumber daya manusia (SDM) sebagai prioritas pembangunan nasional, maka kedudukan dan peran guru semakin bermakna strategis dalam mempersiapkan SDM yang berkualitas dalam menghadapi era global. Guru yang profesional  memiliki 4 kompetensi, yaitu kompetensi profesional, pedagogik, kepribadian dan kompetensi sosial. Untuk kompetensi profesional, seorang guru harus menguasai substansi kompetensi sesuai jenjang pendidikan peserta didik.Pada kompetensi pedagogik seorang guru harus memiliki kompetensi mengenai cara-cara melakukan pembelajaran yang kreatif, inovatif, menarik dan menyenangkan dalam rangka mencapai kompetensi atau indikator yang telah dirumuskan.Pada kompetensi kepribadian seorang guru harus memiliki kepribadian yang dapat menjadi panutan bagi peserta didiknya.Pada kompetensi sosial seorang guru harus memiliki komunikasi yang baik dengan peserta didik, sesama guru, tenaga kependidikan, orang tua, dan masyarakat. Proses pembelajaran disekolah merupakan salah satu bagian yang terpenting dari pendidikan pada semua jenjang yang perlu ditingkatkan mutunya secara terus menerus.Dalam proses pembelajaran peserta didik harus memperoleh pengalamanbelajar untuk memecahkan permasalahan-permasalahan yangdihadapi.Hal ini penting dilakukan semua pihak khususnya guru dalam upaya membentuk “insan Indonesia cerdas, kompetitif, dan berdaya saing tinggi” untukmenghadapi persaingan global.Sejalan dengan hal tersebut guruharus melakukan berbagai kegiatan pengembangan keprofesionalannya, diantaranya melalui inovasi pembelajaran. Untuk mencapai proses pembelajaran yang diinginkan seperti tersebut diatas maka 4 kompetensi guru mutlak dimiliki oleh setiap guru. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) melalui Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) berupaya meningkatkan motivasi, dedikasi, loyalitas dan profesionalisme guru, dengan menyelenggarakan LombaInovasi Pembelajaran Guru Sekolah Dasar Tingkat Nasional Tahun 2016.Kegiatan ini bertujuan untuk memilih guru yang memiliki kemampuan terbaik dalam melakukan inovasi pembelajaran, sehingga diharapkan akan berpengaruh pada peningkatan kinerja guru dan prestasi peserta didik.
langsung download aja di bawah ini
download
link alternatif
link alternatif

Baca Selengkapnya ....

Pembelajaran Agama Dengan Metode Contextual Teaching and Learning

Posted by Unknown Saturday, May 21, 2016 0 komentar
Sering kali para guru agama mengeluhkan kurangnya jam agama dalam menyelesaikan materi kurikulum yang ditentukan. Yang terjadi kemudian adalah pembelajaran agama berusaha untuk menyuguhkan materi pembelajaran agar tuntas materinya sehingga tampak suguhan kognitif jauh lebih banyak mewarnai KBM agama. Mereka kemudian menginginkan penambahan jam pembelajaran agar lebih leluasa menyampaikan materi.

Sebenarnya seberapa banyak pun jam pembelajaran agama ditambah tidak akan menyelesaikan persoalan yang ada jika tidak dilakukan revitalisasi pembelajaran agama. Pembelajaran agama memerlukan suatu terobosan pendekatan pembelajaran yang efektif. Pembelajaran yang mempu menumbuhkan kebermaknaan dan menyenangkan. Bukan yang selama ini dilekatkan atribut pada pembelajaran agama : menjenuhkan dan tidak inovatif.

Contextual Teaching and Learning (CTL) merupakan sebuah sistem belajar yang didasarkan pada filosofi bahwa seorang pembelajara, peserta didik, akan mau dan mampu menyerap materi pelajaran jika mereka dapat menangkap makna dari pelajaran tersebut. Dalam buku Contextual Teaching and Learning: Menjadikan Kegiatan Belajar Mengajar Mengasyikkan dan Bermakna karya Elaine B. Jhonson yang diterjemahkan oleh Ibnu Setiawan, disebutkan bahwa CTL adalah sebuah sistem yang merangsang otak untuk menyusun pola-pola yang mewujudkan makna. CTL adalah suatu sistem pelajaran yang cocok dengan otak yang menghasilkan makna dengan menghubungkan muatan akademik dengan konteks dari kehidupan sehari-hari siswa. (2006: 58)

Para guru agama perlu memahami filosofi CTL ini dan menerapkannya dalam KBM di kelas agar agama tidak menjadi pelajaran menghafal dan dogmatis tanpa bersentuhan dengan konteks kehidupan siswa dan kebermaknaannya. Dalam pelajaran agama, anak memperoleh pengetahuan bahwa Allah SWT mewajibkan hamba-hamba-Nya untuk menjadikan kehidupannya sebagai ibadah kepada Allah SWT. Inilah tujuan penciptaan kehadiran manusia di dunia. Apakah tujuan ini dimaknai secara benar oleh siswa? Atau sekadar menghafal ayat bahwa hal itu ditemui dalam Al Quran Surat Adzariyat : 56?.

Para guru agama dalam penerapan CTL diharuskan menghadirkan konteks pembelajaran, bukan sekadar isi pelajaran. Isi pelajaran merupakan sesuatu yang akan diperlajari berupa pengetahuan yang hampir tanpa batas dan semua guru agama mengetahui akan hal ini. Isi agar bermakna harus dipelajari dalam konteks. Adapun konteks dalam pemahaman CTL meliputi :
1. Lingkungan yaitu dunia luar yang dikomunikasikan melalui pancaindera
2. Kejadian-kejadian atau peristiwa yang terjadi di suatu tempat dan waktu
3. Asumsi-asumsi bawah sadar yang diserap selama siswa tumbuh, dari keyakinan yang dipegang kuat siswa yang diperoleh melalui nilai-nilai yang diterimanya

Pembelajaran isi agama agar relevan hendaknya memperhatikan keselarasan konteksnya. Ketika guru menyampaikan materi tentang beriman kepada Allah SWT, guru hendaknya mengajak siswa pada peristiwa kehidupan yang dapat diungkap oleh siswa, kejadian-kejadian yang menimpa manusia yang tidak beriman, dan kesadaran terhadap firman Allah yang ditulis dalam kitab suci-Nya. Jadi, guru tidak secara dogmatis menyampaikan ayat-ayat yang memerintahkan untuk beriman kepada Allah SWT. Adanya kesadaran setiap siswa untuk selalu beriman kepada Allah SWT hendaknya muncul dari siswa melalui serangkaian pengalaman belajarnya di kelas atau di luar kelas. Dengan begitu Insya Allah akan muncul kesadaran bahwa Allah mengawasinya, Allah akan meminta pertanggungjawaban setiap perbuatannya, dan seterusnya.

Agar guru selalu memelihara KBM-nya dalam genggaman CTL, guru perlu memastikan 8 prinsip CTL hadir dalam setiap KBM-nya, sebagaimana diungkap Elaine (2006: 65-66):
1. membuat ketrkaitan-keterkaitan yang bermakna
2. melakukan pekerjaan yang berarti
3. melakukan pembelajaran yang diatur sendiri
4. bekerja sama
5. berpikir kritis dan kreatif
6. membantu individu untuk tumbuh dan berkembang
7. mencapai standar yang tinggi
8. menggunakan penilaian yang autentik

Jika hal tersebut dilakukan, pembelajaran akan menjadi mengalir dan bermakna. Nilai-nilai agama akan menjadi kebutuhan bukan kewajiban atau pemaksaan.

Dalam hal penyiasatan materi yang sedemikian banyak dengan jatah waktu yang 2 jam sepekan, guru dapat secara kreatif memanfaatkan sarana-sarana kegiatan sekolah termasuk kegiatan mata pelajaran lainnya sebagaimana terlihat dalam tabel 1. Dalam tabel 1 ditampilkan satu
contoh kompetensi dasar mata ajar agama kelas X jenjang SMA sebagai berikut :

Contoh Pengaitan Pelajaran Agama dengan Kegiatan Lainwww.es-teh.com/download2
Salah satu hal penting pula yang dapat dimanfaatkan guru sebagai bentuk penerapan nilai-nilai pembelajaran agama yang dapat membentuk watak siswa adalah penggunaan wadah organisasi kerohanian yang ada di sekolah seperti rohani Islam. Penggunaan bukan sekadar konvensional yang selama ini berjalan yakni ada kegiatan keagamaan dalam bentuk syiar-syiar semata. Yang diperlukan adalah adanya pemikiran untuk selalu mengaktifkan kegiatan secara rutin pembinaan akhlak dan ibadah siswa baik atas nama kerohanian di sekolah maupun sekolah itu sendiri. Ini adalah penerapan CTL yakni siswa dilibatkan dalam agen perubah baik untuk dirinya maupun untuk kawan-kawannya.

Guru agama melakukan pengontrolan terhadap pencapaian aktivitas pembinaan secara rutin tersebut karena Allah SWT tidak akan mengubah suatu kaum, jika kaum tersebut tidak mau mengubah diri mereka sendiri. Pengontrolan untuk mengecek sejauhmana kompetensi dasar pendidikan agama tercapai dan sejauh mana watak peserta didik mengalami perbaikan atau kemajuan.

Ikhtiar
Sekali lagi, tanggung jawab pembentukan watak bukan semata urusan pembelajaran agama di sekolah. Ia merupakan tanggung jawab bersama. Guru agama dapat menjadi motor penggeraknya. Sekolah menjadi laboratorium persemaian tumbuhnya watak secara egaliter, dan siswa sebagai pelakunya. Semua digerakkan secara bermakna dan mengasyikkan. Semua aktivitas tersebut merupakan bentuk ikhtiar bersama. Semoga dengan begitu, pembelajaran agama tampil sebagai pembelajaran yang mampu berkontribusi kuat dalam melahirkan peserta didik yang berwatak sesuai dengan amanah UU SPN.

Baca Selengkapnya ....

CARA MENYUSUN SEBUAH KARANGAN

Posted by Unknown Friday, May 20, 2016 0 komentar
menulis karangan
       
Pada postingan kali ini saya akan menjelaskan cara menyusun dan membuat karangan dengan baik dan benar

Cara membuat atau  menyusunkarangan tidaklah mudah ada beberapa langkah yang harus dilakukan agar karangan kita menjadi karangan yang baik dan benar. Bagimana cara tersebut ikutilah tips tips dibawah ini.


Berikut ini adalah cara membuat karangan yang baik dan benar :

1. Menentukan tema yang akan ditulis

2. Pilih judul yang sesuai dengan karangan yang akan ditulis

3. Membuat kerangka karangan yang jelas, gagasan yang sesuai tema, berisi     
    pokok pikiran yang logis, serta konsisten terhadap tema dan judul

4. Selalu memperhatikan isi dari karangan

5. Penggunaan bahasa yang baik dan benar sesuai dengan EYD (Ejaan Yang
    disempurnakan)

6. Menguasai tema serta pokok bahasan yang akan kita tulis

7. Patuh pada kerangka karangan yang telah kita buat sebelumnya




Dan untuk  lebih jelasnya silahkan baca arikel mengenai  langkah dalam menyusun sebuah karangan deskripsi dan contoh karangan  berikut

Artikel terkait



Semoga Artikel ini dapat membantu dalam menyusun sebuah karangan deskripsi






       






Baca Selengkapnya ....

Pengertian Puisi Dan Hal Hal Yang Harus Diperhatikan Dalam Membaca Puisi

Posted by Unknown 0 komentar







Secara pribadi menurut saya pengertian puisi adalah ungkapan perasaan atau pikiran penyairnya yang dirangkai menjadi suatu bentuk tulisan yang mengandung makna. Pembuat puisi atau penyair tidak sembarangan dalam membuat karyanya tersebut. Puisi yang dibuat oleh para penyair biasanya terkesan indah. Namun mereka juga membuat puisi dengan gaya bahasa yang susah dimengerti. Walaupun susah dipahami tapi ada arti puisi yang tersimpan didalamnya. 

Lagipula membuat puisi itu harus bebas walaupun hasilnya bagus atau jelek menurut orang lain. Di dalam dunia puisi ada dua macam puisi yaitu puisi lama dan juga puisi baru. Sebuah puisi menjadi indah karena terdapat majas ( gaya bahasa ) didalam rangkaian puisi tersebut. Puisi biasanya mengandung makna konotasi didamnya. Dalam memibuat suatu puisi maka kita harus mengetahui unsur - unsur puisi yang sangat penting. Anda juga harus memperhatikan bagaimana caranya membaca puisi yang baik dan benar.


Nah jadi bagaimana jadi anda tahu kan sekarang Definisi puisi itu sebenarnya. Sekarang giliran anda untuk membuat puisi dengan gaya anda sendiri

Hal- hal yang perlu diperhatikan dalam membaca puisi sebagai berikut:
·         Ketepatan ekspresi/mimik

Ekpresi adalah pernyataan perasaan hasil penjiwaan puisi. Mimik adalah gerak air muka.
·         Kinesik yaitu gerak anggota tubuh.
·         Kejelasan artikulasi
Artikulasi yaitu ketepatan dalam melafalkan kata- kata.
·         Timbre yaitu warna bunyi suara (bawaan) yang dimilikinya.
·         Dinamik artinya keras lembut, tinggi rendahnya suara.
·         Intonasi atau lagu suara


Dalam sebuah puisi, ada tiga jenis intonasi antara lain sebagai berikut :
1.   Tekanan dinamik yaitu tekanan pada kata- kata yang dianggap penting.
2.   Tekanan nada yaitu tekanan tinggi rendahnya suara. Misalnya suara tinggi menggambarkan keriangan, marah, takjud, dan sebagainya. Suara rendah mengungkapkan kesedihan, pasrah, ragu, putus asa dan sebagainya.
3.   Tekanan tempo yaitu cepat lambat pengucapan suku kata atau kata.

Artikel terkait






Baca Selengkapnya ....

Untuk Kreatif Butuh Pengorbanan

Posted by Unknown 0 komentar
Banyak orang mengira, jiwa kreatif itu terlahir dari alam. Artinya, seseorang itu menjadi kreatif atau tidak sudah ditetapkan sejak dalam kandungan. Benarkah begitu? Sebagaimana orang punya bakat menyanyi lalu jadi penyanyi atau orang yang sudah berbakat melukis lalu ia jadi pelukis?

Kenyataannya, kreativitas, profesi, dan juga bakat tidaklah bisa dipandang secara absolut. Semua orang sejak ia di dalam kandungan sudah memiliki berbagai potensi. Lagi-lagi, lingkungan, orang-orang terdekat, dan momentum mengambil alih pemicu untuk tumbuh dan mekarnya beragam potensi itu. Berbicara tentang kreativitas, maka saya menyimpulkan, itu pun sudah dimiliki oleh manusia sejak lahir, siapapun orang tuanya. Namun membuat daya kreatif mereka terasah dan bersinar cemerlang membutuhkan sentuhan pengorbanan orang tuanya.

Mengapa saya sebut sebagai pengorbanan? Ya, karena orang tua harus mengalihkan sudut pandang dirinya pada sudut pandang anak-anaknya, berempati dengan pemikiran-pemikiran polos mereka, dan memberi mereka kesempatan untuk menyentuh wilayah-wilayah kehidupan yang lebih luas. Bukan hanya memberi mereka balok kayu berwarna-warni, puzzle beraneka motif, sepeda roda tiga yang mewah, atau aneka mainan khusus anak-anak yang bertebaran di toko; anak-anak juga membutuhkan ijin dari orang tuanya untuk mengucek adonan terigu, mengupas kulit wortel, memeras jeruk, membuat kegiatan sendiri dari dinginnya air yang dituang ke dalam wadah beraneka bentuk, dilengkapi potongan pipa bekas, sedotan jus, dan benda-benda lain yang yada di rumah.

Jika kita bertanya pada mereka apakah itu, jawabannya mungkin sangat mengejutkan: "Ini adalah pompa air Mama. Ini pipanya dan ini pompanya. Pipa ini ditahan oleh dua buah gelas supaya tidak jatuh. Tadi waktu Ade coba dengan satu gelas, pipanya jatuh Mama".

Eksperimen mereka kadang-kadang sangat cermat, dan mereka menemukan prinsip-prinsip kerja sebuah benda lewat kegiatan tidak terstruktur semacam itu. Pastinya, satu hal yang mereka butuhkan untuk melakukan semuanya, yaitu pengorbanan orang tua untuk melihat celana mereka basah, lantai di halaman depan berantakan, dan jejak-jejak kaki kecil mereka yang basah bercampur debu tak terelakkan harus membekas di ruangan tamu atau dapur kita yang bersih.

Saya bisa merasakan, bagaimana susahnya merelakan anak-anak bermain dengan cara mereka sendiri dengan bahan-bahan bermain hasil imajinasi mereka sendiri, yang sebenarnya sangat mudah dan murah. Masalahnya, kita tidak rela mengijinkan mereka menyentuhnya karena kita tak mau repot dan tak mau melihat ruangan berantakan. Tapi, setelah sekian lama saya memperhatikan perkembangan mereka, cara mereka berpikir, dan antusiasme mereka yang luar biasa saat mereka bermain dengan cara itu, saya sadar, sesungguhnya anak-anak sudah belajar banyak justru lewat kegiatan yang tak terbukukan, tidak terjadwalkan, dan tidak terkurikulumkan secara hitam putih.

Kreativitas tumbuh dari banyak mencoba dan rasa aman serta merdeka dari larangan yang berlebihan. Saya kira itulah pengorbanan terbesar buat orang tua manapun, untuk membuat anak-anak mereka mampu berpikir dan bertindak kreatif dalam menyelesaikan masalah kehidupan.

Sumber: Pendidikan Rumah



Baca Selengkapnya ....

SIFAT DAN JENIS BANGUN RUANG

Posted by Unknown 0 komentar
                                                  Sifat-Sifat Bangun Ruang Lengkap



Sifat-Sifat Bangun Ruang – Setiap orang punya sifat masing-masing. Beda orang akan beda pula sifatnya. Ternyata fenomena ini tidak berlaku pada manusia juga tapi juga pada bangun ruang. Setiap bangun ruang punya ciri dan sifatnysifat bangun ruang sendiri-sendiri. Sifatnya di dasarkan pada bentuk bangun ruang sendiri. Berikut ini sifat-sifat bangun datar berikut gambarnya.
Baca Juga Sifat Bangun Datar
Sifat-Sifat Bangun Ruang




Bola
Kubus




Sifat Bangun Ruang Bola
  • mempunyai satu sisi
  • tidak mempunyai titik sudut
  • tidak mempunyai bidang datar
  • hanya mempunyai satu sisi lengkung tertutup
Sifat bangun ruang Kubus
  • 6 sisinya sama luas
  • 12 rusuk sama panjangnya
  • luasnya sama dengan 6 kali luas sisi
  • volume kubus pangkat tiga dari panjang sisinya
  • panjang diagonal sisi dan ruang hanya ada satu nilai
Tabung


Balok



  • Sifat bangun ruang tabung
  • mempunyai 3 sisi
  • 2 sisi berupa lingkaran dan 1 sisi persegi panjang yang dilengkungkan menurut keliling lingkaran
  • volume didapat dari luas lingkaran dikali tinggi tabung
  • luas selimutnya perkalian keliling lingkaran dengan tinggi tabung
  • Sifat bangun ruang balok
  • punya 6 sisi, 3 pasang, sisi yang berhadapan sama luasnya
  • punya 12 rusuk, rusuk yang sejajar sama panjang
  • ada tiga nilai diagonal bidang yati P dan L, L dan T, dan P dan T.
Kerucut
Limas Segi Empat






  • Sifat Bangun Ruang Kerucut
  • Mempunyai sisi tegak yang disebut selimut
  • Punya satu buah sisi berbentuk lingkaran
  • Volume di dapat dari perkalian luas lingkaran alas dengan tinggi tabung dan faktro pengali 1/3
  • Luas selimut phi r S dengan s adalah di dapat dari pythagoras jari-jari dengan tinggi tabung
Sifat bangun ruang Limas segi empat
  • Mempunyai 5 sisi, 4 sisi berbentuk segitiga dan 1 sisi segiempat
  • Alasnya berbentuk segiempat
  • Sering disebut bangun priamid
Limas Segitiga
Prisma




  • Sifat Bangun Ruang Limas Segitiga
  • Mempunyai 4 sisi, semuanya segitiga
  • Alasnya berbetntuk segitiga
  • Volumenya adalah sepertiga dari alas dikali tinggi limas
  • Terdiri dari 5 sisi, 3 sisi persegi panjang dan 2 sisi berbentuk segitiga
  • Bentuknya menyerupai bentuk tenda sederhana
  • Alasnya bisa segitiga atau persegi panjang tergantung posisi bangun. Jika bentuk tenda maka alasnya berbentuk persegi panjang
  • Volume dapat dicari dengan mengalikan luas alas dengan tinggi



Baca Selengkapnya ....

DOWNLOAD SOAL UKK SD SEMESTER GENAP

Posted by Unknown Wednesday, May 18, 2016 0 komentar
Siap Hadapi UAS Semester II  Pstikan anak anak memiliki persiapan yang cukup guna menghadapi kenaikan kelas. Untuk itu kami  menyediakan latihan latihan UAS Sekolah  Dasar yang siap untuk di download.  dan silahkan download dibawah ini



×












  • Soal UAS Genap / UKK Matematika Kelas 1 SD | Download, alternatif link
  • Soal UAS Genap / UKK IPA Kelas 1 SD | Downloadalternatif link
  • Soal UAS Genap / UKK PKN Kelas 1 SD | Downloadalternatif link
  • Soal UAS Genap / UKK IPS Kelas 1 SD | Downloadalternatif link
  • Soal UAS Genap / UKK B. INDONESIA Kelas 1 SD | Downloadalternatif link
  • Soal UAS Genap / UKK B. INGGRIS Kelas 1 SD | Download, alternatif link
  • Soal UAS Genap / UKK B. ARAB Kelas 1 SD | Download, alternatif link
  • Soal UAS Genap / UKK PJOK / Penjas Kelas 1 SD | Downloadalternatif link


  • Soal UAS Genap / UKK Kelas 2 SD Semester 2
    1. Soal UAS Genap / UKK PAI Kelas 2 SD | Download, download
    2. Soal UAS Genap / UKK Matematika Kelas 2 SD | Download,  download
    3. Soal UAS Genap / UKK IPA Kelas 2 SD | Download,  download
    4. Soal UAS Genap / UKK PKN Kelas 2 SD | Download,  download
    5. Soal UAS Genap / UKK IPS Kelas 2 SD | Download,  download
    6. Soal UAS Genap / UKK B. INDONESIA Kelas 2 SD | Download,  download
    7. Soal UAS Genap / UKK B. SUNDA Kelas 2 SD | Download,  download
    8. Soal UAS Genap / UKK B. INGGRIS Kelas 2 SD | Download,  download
     Soal UAS Genap / UKK Kelas 3 SD Semester 2
    1. Soal UAS Genap / UKK PAI Kelas 3 SD | Download,  download
    2. Soal UAS Genap / UKK Matematika Kelas 3 SD | Download | Download,  download
    3. Soal UAS Genap / UKK IPA Kelas 3 SD | Download,  download
    4. Soal UAS Genap / UKK PKN Kelas 3 SD | Download,  download
    5. Soal UAS Genap / UKK IPS Kelas 3 SD | Download,  download
    6. Soal UAS Genap / UKK B. INDONESIA Kelas 3 SD | Download,  download
    7. Soal UAS Genap / UKK B. INGGRIS Kelas 3 SD | Download,  download
    8. Soal UAS Genap / UKK B. ARAB Kelas 3 SD | Download,  download

     Soal UAS Genap / UKK Kelas 4 Semester 2
    1. Soal UAS Genap / UKK PAI Kelas 4 | Download,  download
    2. Soal UAS Genap / UKK Matematika Kelas 4 | Download,  download
    3. Soal UAS Genap / UKK IPA Kelas 4 | Download,  download
    4. Soal UAS Genap / UKK PKN Kelas 4 | Download,  download
    5. Soal UAS Genap / UKK IPS Kelas 4 | Download,  download
    6. Soal UAS Genap / UKK B. INDONESIA Kelas 4 | Download,  download
    7. Soal UAS Genap / UKK B. INGGRIS Kelas 4 | Download,  download
    8. Soal UAS Genap / UKK B. ARAB Kelas 4 | Download,  download
    9. Soal UAS Genap / UKK PJOK Kelas  4 | Download,  download
     Soal UAS Genap / UKK Kelas 5 Semester 2  download
    1. Soal UAS Genap / UKK PAI Kelas 5 | Download,  download
    2. Soal UAS Genap / UKK Matematika Kelas 5 | Download,  download
    3. Soal UAS Genap / UKK IPA Kelas 5 | Download,  download
    4. Soal UAS Genap / UKK PKN Kelas 5 | Download,  download
    5. Soal UAS Genap / UKK IPS Kelas 5 | Download,  download
    6. Soal UAS Genap / UKK B. INDONESIA Kelas 5 | Download,  download
    7. Soal UAS Genap / UKK B. INGGRIS Kelas 5 | Download,  download
    8. Soal UAS Genap / UKK B. ARAB Kelas 5 | Download,  download

    Baca Selengkapnya ....

    Aplikasi Pencari Bilangan Prima

    Posted by Unknown Tuesday, May 17, 2016 0 komentar
    APLIKASI-Tidak seperti aplikasi penentu bilangan prima yang rilis sebelumnya, aplikasi ini lebih hebat lagi. Pada aplikasi ini tidak hanya dapat menemukan 1 bilangan prima saja. Akan tetapi, aplikasi ini dapat menemukan ratusan bilangan prima. Misalnya kita mengetik bilangan 100, maka semua bilangan prima dimulai dari angka 2 sampai dengan 100 akan tampil. Seperti secren shoot di bawah ini.


    langsung saja download alternatif linkalternatif link

    Baca Selengkapnya ....

    6 Gaya Berkomunikasi Guru yang Disukai Siswa dan Guru Lainnya

    Posted by Unknown Saturday, April 30, 2016 0 komentar
    KOMUNIKASI-Merupakan kegiatan yang pasti dilakukan oleh seorang guru setiap harinya. Banyak gaya komunikasi yang dapat diterapkan oleh seorang guru untuk mendukung lancarnya proses pembelajaran dan komunikasi antar sesama guru di sekolah. Gaya berkomunikasi guru merupakan kemampuan guru baik secara verbal maupun nonverbal dalam berkomunikasi secara efektif dan penuh perhatian kepada para siswa, sehingga para siswa memiliki kemungkinan memperoleh nilai yang tinggi dari pelajaran yang diikiuti. Berdasarkan pengamatan, paling tidak ada 6 tipe gaya komunikasi guru yang sangat baik dan efektif membantu para siswa dalam menguasai pelajaran dan berhasil secara optimal. Apa saja ke 6 gaya berkomunikasi tersebut? Berikut penjelasannya:

    1. Ramah/Bersahabat
    Guru yang ramah biasanya suka menyapa, dan sangat mampu bergaul secara sehat di antara para siswa. Guru tersebut bisa memberikan dukungan, dorongan, persetujuan dan menopang siswa dengan cara-cara yang positif. Mereka lebih seperti berbicara dengan teman dan berbicara kepada siswa dengan penuh persahabatan.
    2. Singkat/Padat
    Gaya berkomunikasi singkat dan padat, tepat sasaran, dan membimbing siswa dalam menjelaskan materi sangat berdampak positif dalam pembelajaran. Guru yang berkomunikasi dengan singkat dan padat biasanya sangat baik dalam menyampaikan isi pokok bahasan, memberikan contoh untuk memperjelas dan sangat mudah dimengerti.
    3. Penuh Perhatian
    Guru yang penuh perhatian, pendengar yang baik, dan fokus pada pembicaraan biasanya akan terjadi komunikasi dua arah (interaktif) dengan siswa, sehingga terjadi interaksi yang dapat memberikan konfirmasi atau tindak lanjut bagi proses pembelajaran yang telah dipelajari.
    4. Hidup dan Animatif
    Gaya berkomunkasi guru ini biasanya sangat bersemangat dan antusias baik secara verbal maupun nonverbal. Ia aktif menggunakan kreativitas seni dalam berbicara atau mengajar. Pelajaran yang disampaikan dengan hidup, bersemangat, dan antusias tentu akan mudah dicerna dan diingat siswa. Dengan gaya berkomunikasi ini guru menarik perhatian siswa dan membuat mereka fokus pada materi pelajaran yang sedang dijelaskan.
    5. Relaks
    Guru yang berkomunikasi dengan gaya ini biasanya sangat tenang, kalem, menguasai diri, dan mengatur sikap dan perilakunya secara terukur. Guru ini tidak diselimuti oleh kecemasan, keraguan, dan gerak yang membingungkan. Dia dipandang siswa sebagai guru yang penuh percaya diri, kompeten, menguasai diri dan terkoordinasi.
    6. Daramatik
    Gaya berkomunikasi ini biasanya dapat memberikan efek yang kuat, unik, dan mengejutkan sewaktu memberikan pelajaran. Guru ini biasanya menggunakan pernyataan-pernyataan yang berlebihan, perbandingan yang dibesar-besarkan, cerita yang mengejutkan, metafora, barang-barang, gambar, gerakan, anekdot, humor, sarkasme, dan satire untuk menarik perhatian siswa.
    Guru yang berkomunikasi dengan gaya berkomunikasi yang baik akan memberikan pengaruh positif juga dengan pembelajaran kognitif maupun afektif, serta psikomotor.
    Demikian 6 gaya berkomunikasi guru yang disukai siswa dan guru lainnya. Semoga artikel ini bermanfaat

    Baca Selengkapnya ....