6 Gaya Berkomunikasi Guru yang Disukai Siswa dan Guru Lainnya

Posted by Unknown Saturday, April 30, 2016 0 komentar
KOMUNIKASI-Merupakan kegiatan yang pasti dilakukan oleh seorang guru setiap harinya. Banyak gaya komunikasi yang dapat diterapkan oleh seorang guru untuk mendukung lancarnya proses pembelajaran dan komunikasi antar sesama guru di sekolah. Gaya berkomunikasi guru merupakan kemampuan guru baik secara verbal maupun nonverbal dalam berkomunikasi secara efektif dan penuh perhatian kepada para siswa, sehingga para siswa memiliki kemungkinan memperoleh nilai yang tinggi dari pelajaran yang diikiuti. Berdasarkan pengamatan, paling tidak ada 6 tipe gaya komunikasi guru yang sangat baik dan efektif membantu para siswa dalam menguasai pelajaran dan berhasil secara optimal. Apa saja ke 6 gaya berkomunikasi tersebut? Berikut penjelasannya:

1. Ramah/Bersahabat
Guru yang ramah biasanya suka menyapa, dan sangat mampu bergaul secara sehat di antara para siswa. Guru tersebut bisa memberikan dukungan, dorongan, persetujuan dan menopang siswa dengan cara-cara yang positif. Mereka lebih seperti berbicara dengan teman dan berbicara kepada siswa dengan penuh persahabatan.
2. Singkat/Padat
Gaya berkomunikasi singkat dan padat, tepat sasaran, dan membimbing siswa dalam menjelaskan materi sangat berdampak positif dalam pembelajaran. Guru yang berkomunikasi dengan singkat dan padat biasanya sangat baik dalam menyampaikan isi pokok bahasan, memberikan contoh untuk memperjelas dan sangat mudah dimengerti.
3. Penuh Perhatian
Guru yang penuh perhatian, pendengar yang baik, dan fokus pada pembicaraan biasanya akan terjadi komunikasi dua arah (interaktif) dengan siswa, sehingga terjadi interaksi yang dapat memberikan konfirmasi atau tindak lanjut bagi proses pembelajaran yang telah dipelajari.
4. Hidup dan Animatif
Gaya berkomunkasi guru ini biasanya sangat bersemangat dan antusias baik secara verbal maupun nonverbal. Ia aktif menggunakan kreativitas seni dalam berbicara atau mengajar. Pelajaran yang disampaikan dengan hidup, bersemangat, dan antusias tentu akan mudah dicerna dan diingat siswa. Dengan gaya berkomunikasi ini guru menarik perhatian siswa dan membuat mereka fokus pada materi pelajaran yang sedang dijelaskan.
5. Relaks
Guru yang berkomunikasi dengan gaya ini biasanya sangat tenang, kalem, menguasai diri, dan mengatur sikap dan perilakunya secara terukur. Guru ini tidak diselimuti oleh kecemasan, keraguan, dan gerak yang membingungkan. Dia dipandang siswa sebagai guru yang penuh percaya diri, kompeten, menguasai diri dan terkoordinasi.
6. Daramatik
Gaya berkomunikasi ini biasanya dapat memberikan efek yang kuat, unik, dan mengejutkan sewaktu memberikan pelajaran. Guru ini biasanya menggunakan pernyataan-pernyataan yang berlebihan, perbandingan yang dibesar-besarkan, cerita yang mengejutkan, metafora, barang-barang, gambar, gerakan, anekdot, humor, sarkasme, dan satire untuk menarik perhatian siswa.
Guru yang berkomunikasi dengan gaya berkomunikasi yang baik akan memberikan pengaruh positif juga dengan pembelajaran kognitif maupun afektif, serta psikomotor.
Demikian 6 gaya berkomunikasi guru yang disukai siswa dan guru lainnya. Semoga artikel ini bermanfaat

Baca Selengkapnya ....

Penguatan Belajar "Selendang Penghargaan"

Posted by Unknown 0 komentar
PENGUATAN BELAJAR-Rombongan belajar kelas VI secara umum berjumlah 20 orang dengan tingkat kecerdasan yang berbeda-beda, begitu juga dengan bidang keahlian mereka. Banyak siswa yang belum bisa Matematika, tetapi jago olahraga. Ada juga siswa yang nilai agama di rapornya kurang, sementara perilaku sehari-harinya baik. Begitulah dinamika kecerdasan di kelas yang dimiliki oleh siswa dan siswa kita.

Kebanyakan pembagian rapor pada umumnya masih menggunakan sistem klasik, yaitu ranking. Siswa yang tidak mendapat ranking 1,2, 3, sampai 5 besar, seringkali dicap sebagai siswa yang "kurang pintar" oleh teman-teman, masyarakat, bahkan orangtuanya sendiri. Padahal, siapa yang tahu bahwa siswa tersebut adalah atlet olahraga andalan sekolah atau anak yang pandai berpuisi atau fasih dalam menghafal surah-surah pendek dalam Al-Qur'an atau kecerdasan-kecerdasan lainnya. Rasanya tidak adil jika ranking berlaku hanya berdasarkan kemampuan kognitif siswa saja. Kecerdasan majemuk siswa juga patut diapresiasi, apa pun bentuk kecerdasan tersebut. Oleh karena itu, layaknya acara Putri Indonesia, dari 34 peserta, semuanya mendapat selendang penghargaan.

Langkah-Langkah Metode Selendang Penghargaan
1.  Pembuatan Selendang Penghargaan
  • Guru menyiapkan beberapa lembar kertas karton berwarna, kertas HVS, gunting, spidol, stapler, dan lem kertas.
  • Guru membuat kategori juara untuk masing-masing siswa berdasarkan penilaian dan pengamatan selama proses pembelajaran berlangsung, bukan hanya berdasarkan nilai ulangan atau ujian.
  • Guru menggunting kertas karton menjadi persegi panjang berukuran 10x200 cm. Gunting pula kertas HVS berbentuk persegi panjang untuk menuliskan kategori juara siswa. Tempel kertas HVS juara tersebut pada kertas karton panjang yang berfungsi sebagai selendang. Tulis kategori juara pada kertas HVS, misalnya putri logika, putri penurut, putra sabar, putra teknologi, putra agamis, putra teknologi, dll.
  • Guru menyiapkan stapler. Setelah diselempangkan ke tubuh siswa, barulah di-steples selendang kartonnya.
2.  Penganugerahan
Penganugerahan dimulai dengan memperkenalkan siswa dan kiprahnya satu-persatu selama proses pembelajaran di kelas dan di luar kelas, termasuk prestasi akademik dan non akademiknya. penganugerahan ini dilakukan melalui pertunjukkan slideshow foto-foto atau video siswa yang bersangkutan saat berkiprah di lingkungan sekolah, disertai dengan penjelasan dari guru kelas. Setelah slideshow dan penjelasan tentang siswa tertentu, selanjutnya siswa tersebut dipanggil masuk ke dalam ruang penganugerahan (kelas) untuk diselendangkan oleh tokoh sekolah atau kepala sekolah.

Manfaat yang Diperoleh
  • Manfaat yang diperoleh dari penghargaan tersebut antaralain siswa menjadi lebih percaya diri karena mendapat apresiasi, pengakuan, dan penghargaan yang disaksikan banyak orang.
  • Orangtua menjadi lebih optimis dan bangga, menghargai kemampuan anaknya tidak hanya berdasarkan nilai dan angka-angka saja.
  • Kepala sekolah dan dewan guru memahami paradigma baru tentang pembuatan sistem penghargaan bagi siswa, cara memahami psikologi perkembangan anak dengan tidak sekedar memberikan predikat juara.
Jadi setiap anak adalah unik, mereka memiliki kelebihan dan kecerdasan masing-masing yang dibutuhkan oleh lingkungan mereka. Hanya saja butuh kesabaran dan kegigihan untuk mengasah bakat yang terpendam dari semua anak didik kita. Semoga artikel ini bermanfaat.

Baca Selengkapnya ....

Teknik Meninjau Ulang

Posted by Unknown Wednesday, April 20, 2016 0 komentar
TEKNIK-Guru yang sukses memberikan waktu yang cukup guna mengulas konsep-konsep dan keterampilan baru kemudian mengintegrasikannya ke dalam pengetahuan siswa yang telah dimilikinya. Tujuan meninjau ulang adalah untuk menjelaskan, menguatkan, dan menentukan pengetahuan atau keterampilan yang akan dipelajari selanjutnya. Tantangannya adalah menjadikan ulasan itu menarik. Bagaimanakah teknik meninjau ulang yang dimaksud? Berikut ulasannya.

  • Mintalah masing-masing siswa untuk menggambar tiga balon besar (atau mobil kotak, apel atau berlian) pada selembar kertas. Mintalah mereka untuk menuliskan tiga hal terpenting dan paling menarik yang pernah mereka pelajari tentang topik yang telah dibahas pada hari itu di dalam balon. Setelah beberapa menit, undanglah mereka untuk membagikan ide-idenya secara berpasangan.
  • Di tengah pelajaran, guru dapat berhenti lalu menanyakan ke masing-masing siswa untuk menuliskan suatu ide dari pelajaran yang sebagian besar ingin diingat siswa. Berilah satu menit untuk refleksi, kemudian undanglah ide-ide dari beragam siswa.
  • Tempelkanlah beberapa koran di dinding, masing-masing mencantumkan ide utama atau konsep yang dipelajari pada pelajaran sebelumnya. Kemudian siswa harus berpindah dari koran yang satu ke koran yang lain dan menambahkan satu fakta atau ide yang mereka ketahui tentang masing-masing topik.
  • Cara lainnya, yaitu dengan meminta seorang siswa untuk menggambar di papan atau surat kabar yang mewakili sebuah ide yang berkaitan dengan pelajaran sebelumnya. Siswa selebihnya berupaya untuk menerka sebuah kata-kata atau topik dalam format tertentu.
  • Salah satu teknik paling ampuh untuk mengorganisir ide dan konsep adalah dengan peta pikiran. Peta pikiran juga merupakan sarana mencatat yang paling berguna. Setiap siswa seharusnya memiliki sarana ini. Peta pikiran juga dapat berguna untuk merangsang refleksi dan tinjauan. Bagaimanakah membuat peta pikiran? Baca pada artikel berikutnya besok.
Demikian informasi kali ini, semoga bermanfaat.

Baca Selengkapnya ....

9 Perilaku Guru yang Menandakan Kurang Kompeten

Posted by Unknown Monday, April 18, 2016 0 komentar
INFORMASI-Ada 9 perilaku guru yang dapat dijadikan dasar bahwa guru yang bersangkutan kurang kompeten. Apasaja 9 perilaku tersebut? Berikut penjelasannya.


  1. Guru yang kompetensinya kurang, biasanya sering melakukan hal yang mencolok misalnya mengajar atau memberikan catatan yang membingungkan dan tidak jelas. Sering kali guru tersebut bingung, melompat dari pokok bahasan yang satu ke pokok bahasan yang lain, pelajaran atau catatannya tidak teratur dan tidak konsisten.
  2. Guru yang tidak kompeten sering bersikap apatis terhadap murid. Ia tidak memperhatikan situasi dan kondisi kelas atau murid, tidak mau menghafal nama murid, menolak pendapat dan pertanyaan murid, dan sangat jarang mengadakan diskusi kelas.
  3. Guru yang tidak kompeten juga sering menggunakan teknik dan strategi ulangan atau tes yang tidak adil. Ia sering menggunakan trik pertanyaan, membuat pertanyaan yang tidak ada kaitannya dengan catatan atau pelajaran, memberikan soal dan tugas yang terlalu sulit, mengajukan pertanyaan yang membingungkan, dan tidak menyiapkan remidi.
  4. Guru yang tidak kompeten akan memberikan pelajaran dari presentasi yang membosankan, tidak bergairah, berbicara dengan nada yang monoton, terlalu sering mengulang kata-kata, tidak memiliki variasi, dan berbicara terus tanpa memberikan kesempatan kepada murid untuk bertanya.
  5. Guru yang tidak kompeten juga biasanya kalau menjelaskan terlalu cepat dalam berbicara, langsung keisi materi, menggunkan istilah yang rumit, tidak mengabaikan keingintahuan murid, tidak peduli terhadap kebingungan murid, dan terus menjelaskan atau memberikan informasi terhadap sesuatu. Selain itu biasanya juga memberikan tugas proyek atau pekerjaan rumah yang terlalu banyak.
  6. Guru yang tidak kompeten tidak menguasai mata pelajaran atau pokok bahasan yang diampu. Ia tidak memahami materi pelajaran yang diampu, tidak mampu menjawab pertanyaan murid, memberikan informasi yang tidak tepat, tidak mampu memperluas wacana atau materi pelajaran, dan sering kali penjelasannya kurang mengandung pembaharuan dan tidak sesuai dengan perkembangan zaman.
  7. Guru yang kurang kompeten memiliki gaya bahasa atau dialek yang berbeda dengan para murid. Hal tersebut dapat mengganggu proses pembelajaran, misalnya sulit dimengerti, sering menimbulkan salah paham, sulit menyesuaikan terhadap bahasa murid, berbicara terlalu keras atau cepat, dialeknya berbeda sehingga terkesan lucu atau aneh.
  8. Guru yang kurang kompeten biasanya kurang menguasai tata bahasa dan pengejaan yang benar. Ia sering salah mengucapkan kata-kata atau istilah tertentu, sering salah menyusun kalimat dan sering menggunakan istilah asing yang tidak sesuai atau bahkan ia sendiri tidak memahaminya.
  9. Guru yang kumpeten juga sering menggunakan volume suara yang kurang tepat. Ia kurang keras dalam berbicara, sering kali terlalu lembut atau sebaliknya terlalu keras dalam berbicara.
Nah itu tadi 9 perilaku guru yang menandakan guru tersebut kurang kompeten. Apakah guru tersebut termasuk Anda, atau saya, dan atau semua guru? Marilah kita intropeksi diri kita masing-masing. Semoga artikel ini bermanfaat. Maju terus pendidikan di Indonesia.

Baca Selengkapnya ....

Fitur Utama Model Pembelajaran Team Assisted Individualization (TAI) pada Mapel Matematika

Posted by Unknown 0 komentar
MODEL-Pembelajaran Team Assisted Individualization (TAI) pada umumnya dirancang untuk kelas tiga sampai dengan kelas 6 SD. Unsur utama dari model pembelajaran TAI antaralain adalah sebagai berikut:

Kelompok
Siswa dibagi ke dalam kelompok dengan jumlah anggota empat sampai lima orang siswa secara heterogen (terdiri dari kelompok cerdas, sedang, dan kurang cerdas baik laki-laki maupun perempuan). Setiap dua bulan, siswa dikelompokkan ulang ke dalam kelompok baru.
Ujian Penempatan
Sebelum program operasi Matematika dimulai, siswa terlebih dahulu diberi ujian pendahuluan. Mereka ditempatkan menurut nilai tertentu dalam program individu berdasarkan pencapaian mereka pada ujian penempatan tersebut.
Kelompok Pengajaran
Setiap hari guru memberikan pengajaran kepada kelompok-kelompok kecil yang diambil dari kelompok-kelompok heterogen yang memiliki kemampuan sama. Guru menggunakan konsep pelajaran spesifik yang disediakan sebagai bagian dari program itu. Tujuan dari sesi ini adalah untuk memperkenalkan konsep utama kepada siswa. Pengajaran tersebut dirancang dengan tujuan untuk membantu siswa memahami keterkaitan antara Matematika yang mereka kerjakan dengan persoalan kehidupan nyata yang sering mereka alami. Sementara guru mengajar satu kelompok tertentu, kelompok yang lain terus mengerjakan pembelajaran mandiri di dalam kelompok mereka. Pengajaran langsung kepada kelompok pengajaran ini bisa berlangsung karena siswa dalam kelompok diharuskan bertanggungjawab atas semua pengecekan, materi yang akan dikerjakan dan diselesaikan.
Metode Belajar Kelompok
Langkah-langkah metode belajar kelompok dalam TAI, antaralain:
  1. siswa menaruh satuan kerja mereka di dalam buku-buku mereka dan membaca panduannya, meminta teman atau guru untuk membantu, jika diperlukan. Kemudian siswa-siswa memulai dengan latihan keterampilan mereka yang pertama dalam kelompok mereka.
  2. setiap siswa masing-masing mengerjakan empat masalah yang ada pada lembar latihan keterampilan mereka. Kemudian meminta teman sekelompoknya untuk menjawab pada lembar jawaban pada buku siswa masing-masing. Jika keempat jawaban tersebut benar, siswa bisa melanjutkan dengan latihan keterampilan selanjutnya. Jika hanya beberapa orang siswa yang benar, maka siswa tersebut harus mencoba empat masalah yang lainnya, dan begitu seterusnya sampai dia bisa menjawab keempat masalah tersebut dengan benar. Jika pada tahap ini mereka mendapat kesulitan, siswa dimotivasi untuk terlebih dahulu bertanya kepada temannya sebelum bertanya kepada guru.
  3. langkah selanjutnya siswa menjalani ujian formatif A berupa sepuluh kuis dengan sepuluh item yang menyerupai lembar keterampilan terakhir. Siswa mengerjakan ujian tersebut sendiri sampai selesai dan seorang teman lainnya memberikan skor. Jika siswa tersebut berhasil mengerjakan delapan atau lebih dari ujian tersebut dengan benar, maka siswa tersebut disyahkan oleh kelompok tersebut untuk mengerjakan ujian unit. Dan jika jawaban siswa tersebut kurang dari delapan item, maka guru harus memberikan tanggapan dan mendiagnosa masalah siswa tersebut dan meminta siswa tersebut mengerjakan kembali latihan keterampilan sebelumnya dan kemudian mengerjakan ujian formatif B, yaitu ujian kedua dengan isi dan kesulitan yang bisa diperbandingkan dengan ujian formatif A.
  4. setelah berhasil mengerjakan ujian formatif A atau B, kemudian siswa menyerahkan lembar ujian kepada seorang siswa pengawas dari kelompok yang berbeda untuk mendapatkan ujian satuan yang tepat. Setelah siswa tersebut juga menyelesaikan ujian satuan tersebut, maka baru pengawas memberinya nilai. Dua siswa berbeda bertindak sebagai pengawas setiap harinya. Jika siswa berhasil memgerjakan dua belas item dari lima belas item yang disediakan, pengawas akan memberikan skor pada lembar rakapitulasi kelompok siswa tersebut. Dan jika tidak berhasil, maka ujian akan diserahkan kepada guru yang akan mendekati siswa untuk mendiagnosa dan memperbaiki masalah siswa. Catatan: karena siswa telah menunjukkan penguasaan pada lembar latihan keterampilan dan ujian formatif, maka jarang sekali mereka gagal mengerjakan tes.
Skor Kelompok dan Penghargaan Kelompok
Setiap Sabtu guru menghitung skor kelompok. Skor ini didasarkan pada rata-rata satuan yang berhasil diselesaikan oleh tiap-tiap anggota kelompok, maka dibuatlah kriteria prestasi kelompok. Kriteria tinggi adalah "kelompok super", yang menengah adalah "kelompok hebat", dan kriteria yang paling rendah adalah "kelompok bagus". Kelompok-kelompok yang memperoleh predikat sebagai kelompok super dan kelompok hebat, maka akan mendapatkan hadiah menarik.
Ujian Mata Pelajaran
Dua kali dalam setiap minggunya, siswa diberikan ujian tertentu selama tiga menit (biasanya ujian perkalian dan pembagian).
Satuan Seluruh-Kelas
Setelah setiap tiga minggu, guru mengehentikan program individual dan meluangkan seminggu untuk mengajar seluruh kelas untuk menguasai keterampilan-keterampilan seperti geometri, pengukuran, dan strategi pemecahan masalah. Siswa bekerja bersama sebagai satu kelompok besar.

Demikian informasi mengenai model TAI dalam mapel Matematikan, semoga bermanfaat:D


Baca Selengkapnya ....

Kalimat Aktif dan Kalimat Pasif

Posted by Unknown Saturday, April 16, 2016 0 komentar
MATERI-KALIMAT AKTIF merupakan kalimat yang subjeknya sebagai/menjadi pelaku (predikat). Dengan kata lain, kalimat aktif ialah kalimat yang subjeknya aktif melakukan kegiatan atau aktivitas. Atau kalimat yang subjeknya melakukan pekerjaan atau melakukan perbuatan. Pada umumnya pada kalimat aktif, subjek berada di depan predikat (kata kerja). Ciri-ciri kalimat aktif, diantaranya adalah subjeknya sebagai pelaku, dan predikatnya berawalan me- atau ber-



Kalimat aktif dapat dibedakan menjadi dua, yaitu kalimat aktif transitif dan kalimat aktif intransitif. Kalimat aktif transitif adalah kalimat aktif yang memiliki objek. Contoh kalimat aktif transitif diantaranya adalah, kamu menendang bola, saya memanjat pohon, dia melempar batu, dan kami bermain bola. Sedangkan kalimat aktif intransitif adalah kalimat aktif yang tidak memiliki objek, misalnya dia tidur, Budi berenang, kalian bermain, kami sedang mandi, dan lain-lain.

KALIMAT PASIF merupakan kalimat yang subjeknya berada setelah predikat atau kalimat yang subjeknya dikenai suatu perbuatan atau aktivitas. Pada umumnya kalimat pasif diawali oleh awalan ter- atau di-. Ciri-ciri kalimat biasanya ditandai dengan subjeknya sebagai penderita, predikatnya (kata kerja) berimbuhan di-, ter-, atau ter-kan, dan biasanya predikatnya berupa predikat persona (kata ganti orang, disusul oleh kata kerja yang kehilangan awalan).

Seperti kalimat aktif, kalimat pasif pun terbagi dua, yaitu kalimat pasif transitif, dan kalimat pasif intransitif. Kalimat pasif transitif adalah kalimat pasif yang memiliki objek, contohnya rambutan dilempar Adi, ayam dipukul Iwan, buku dibaca Ahmad di kamar. Sedangkan kalimat pasif intransitif adalah kalimat pasif yang tidak memiliki objek, contohnya buku dipinjam, mobil sedang dicuci, bola itu terlempar ke sungai, dan lain-lain.

Demikian materi tentang kalimat aktif dan kalimat pasif ini, semoga bermanfaat:D





Baca Selengkapnya ....

Tips Jitu ubtuk Lulus PLPG

Posted by Unknown 0 komentar

Pendidikan dan Pelatihan Profesi Guru (PLPG) sebentar lagi akan segera digelar serentak di seluruh rayon LPTK yang ditentukan di seluruh Indonesia. Dan tentu saja bagi para peserta yang sudah lulus Uji Kompetensi Guru (UKG) tentu ingin langsung lulus sertifikasi dan mendapat sertifikat profesi serta dinyatakan sebagai guru profesional yang pada akhirnya akan memperoleh haknya mendapatkan tunjangan profesional sebesar gaji pokoknya.
Namun untuk dapat lulus langsung PLPG tentu saja perlu mempersiapkan diri sebaik mungkin termasuk empat kompetensi guru yang wajib dimiliki oleh seorang guru profesional. Uji kompetensi ini bukan sekedar mengevaluasi hasil belajar peserta selama PLPG, tetapi lebih kepada pengukuran kompetensi guru sebagai pendidik profesional. Uji kompetensi ini mencakup ujian tulis dan ujian kinerja.
Ujian tulis bertujuan untuk mengungkap kompetensi profesional dan pedagogik, sedangkan ujian kinerja untuk mengungkap kompetensi profesional, pedagogik, kepribadian, dan sosial secara holistik. Keempat kompetensi ini juga bisa dinilai selama proses pelatihan berlangsung. Ujian kinerja dilakukan dalam bentuk praktik pembelajaran bagi guru atau praktik bimbingan dan konseling bagi guru BK.
Adapun hal-hal yang akan dihadapi peserta PLPG sebagai syarat kelulusannya sebagai berikut :
1. Ujian Tulis
  • Ujian tulis pada setiap akhir PLPG dilaksanakan dengan pengaturan tempat duduk yang layak dan setiap 30 peserta diawasi oleh dua orang pengawas.
  • Ujian tulis terdiri atas Ujian Tulis Nasional (UTN) dan ujian tulis LPTK (UTL).
  • Soal Ujian Tulis Nasional (UTN) dikembangkan secara nasional di bawah koordinasi KSG.
  • Rayon LPTK  berkewajiban menjaga kerahasiaan soal Ujian Tulis Nasional (UTN).
  • Soal Ujian Tulis LPTK (UTL) dikembangkan oleh LPTK dalam bentuk soal uraian berbasis masalah.
  • Penilaian harus dilakukan secara sahih, adil, obyektif, dan akuntabel.
  • Pelaksanaan uji tulis harus sesuai dengan rambu-rambu uji kompetensi.
contoh ujian akhir PLPG 2012
    2. Ujian Praktek
    Dalam pelaksanaan ujian praktek ini peserta PLPG dalam rombel dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil, setiap kelompok terdiri dari 10 peserta, selanjutnya setiap kelompok kecil melakukan hal-hal berikut :
    1)    Guru kelas dan guru mata pelajaran
    Ujian praktik terpadu dengan kegiatan peer teaching. Setiap peserta tampil dua kali, dan pada tampilan kedua merupakan ujian praktik. Tampilan pertama dan kedua untuk menilai kemampuan mengajar peserta
    a)    untuk 30 menit pertama, peserta melakukan praktik mengajar  dengan menggunakan RPP yang disusun pada saat workshop
    b)    pada 20 menit berikutnya peserta lain dan instruktur memberi masukan dan menilai dengan menggunakan IPPP.
    Adapun skor akhir kelulusan peserta PLPG adalah
    skor lulus PLPG
    2)    Guru bimbingan dan konseling atau konselor di sekolah
    Ujian praktik terpadu dengan kegiatan peer guidance and counseling. Setiap peserta tampil dua kali dan keduanya merupakan ujian praktik. Tampilan pertama melakukan konseling individual  dan tampilan kedua melakukan bimbingan kelompok atau  bimbingan klasikal  dengan menggunakan RPLKI dan RPLBK yang dibuat pada workshop.
    Pelaksanaan ujian praktik dengan langkah-langkah sebagai berikut.
    a)    Peserta mengemukakan tujuan dan mendemonstrasikan layanan bimbingan dan konseling selama 30 menit.
    b)    Peserta menerima masukan dari peserta lain dan instruktur serta mendapatkan penilaian dari Instruktur selama 20 menit.
    1. Pengujipada ujian praktik harus memiliki NIA yang relevan dengan mata pelajarannya.
    2. Ujian praktik mengajar dinilai dengan Instrumen Penilaian Pelaksanaan Pembelajaran atau IPPP.
    3. Ujian praktik BKdinilai dengan instrumen penilaian konseling individual dan instrumen penilaian bimbingan kelompok atau klasikal.
    4. Skor Ujian Praktik (SUP) guru mata pelajaran dan guru kelas, diambil dari skor tampilan kedua.
    5. Skor akhir ujian praktik guru bimbingan dan konseling  adalah rata-rata skor tampilan pertama dan kedua.
    6. Penentuan kelulusan peserta PLPG dilakukan secara objektif dan didasarkan pada rambu-rambu penilaian yang telah ditentukan.
    7. Peserta yang lulus mendapat sertifikat pendidik, sedangkan yang tidak lulus diberi kesempatan untuk mengikuti ujian ulang. Ujian ulang dilaksanakan maksimal duakali pada tahun berjalan.
    8. Ujian ulang dilakukan segera setelah tahapan PLPG selesai.
    9. Mekanisme ujian ulang disesuaikan dengan kondisi geografis masing-masing LPTK Penyelenggara, dapat dilakukan dengan:
    1)    peserta datang ke LPTK Penyelenggara;
    2)    asesor datang ke tempat peserta;
    3)    bekerjasama dengan LPTK terdekat dengan peserta (antar Rayon).
    1. Pelaksanaan ujian diatur oleh LPTK Penyelenggara Sertifikasi Guru Dalam Jabatan dengan mengacu rambu-rambu ini.
    2. Peserta yang belum lulus pada ujian ulang yang kedua diserahkan kembali ke dinas pendidikan kabupaten/kota untuk dibina lebih lanjut.
    Ujian Ulang
    Ujian ulang diperuntukkan bagi peserta sertifikasi yang belum mencapai batas nilai kelulusan. Ujian ulang pada hakikatnya sama dengan uji kompetensi yaitu meliputi ujian tulis dan/atau ujian praktik. Apabila peserta ujian ulang praktik untuk mata pelajaran tertentu jumlahnya sedikit, maka dapat digabungkan dengan peserta dari mata pelajaran yang serumpun. Setiap peserta yang tidak lulus uji kompetensi, diberi kesempatan maksimal 2 (dua) kali ujian ulang.
    Bagi peserta yang tidak lulus ujian ulang kedua dikembalikan ke Dinas Pendidikan untuk dilakukan pembinaan. Ujian ulang diselesaikan pada tahun berjalan dengan menggunakan soal uji kompetensi terstandar yang dikembangkan oleh KSG. Pelaksanaan ujian ulang mengikuti rambu-rambu pelaksanaan ujian PLPG.


    Baca Selengkapnya ....

    Cara Kerja Sistem Saraf Sadar dan Tak Sadar

    Posted by Unknown 0 komentar
    MATERI-Sistem saraf merupakan sistem koordinasi berupa penghantaran impuls saraf ke susunan saraf pusat, pemerosesan impuls saraf dan perintah untuk memberi tanggapan rangsangan. Unit terkecil pelaksanaan kerja sistem saraf adalah sel saraf atau neuron. Sistem saraf sangat berperan dalam iritabilitas tubuh. Iritabilitas memungkinkan makhluk hidup dapat menyesuaikan diri dan menanggapi perubahan-perubahan yang terjadi di lingkungannya. Sistem saraf manusia terbagi atas:


    Sistem Saraf Tak Sadar (Saraf Otonom)
    Sistem saraf tak sadar disebut juga dengan saraf otonom. Saraf otonom adalah sistem saraf yang bekerja tanpa diperintah oleh sistem saraf pusat dan terletak khusus pada sumsum tulang belakang. Sistem saraf otonom terdiri dari neuron-neuron motorik yang mengatur kegiatan organ-organ dalam, misalnya jantung, paru-paru, ginjal, kelenjar keringat, otot polos sistem pencernaan, otot polos, pembuluh darah.  
    Berdasarkan sifat kerjanya, sistem saraf otonom dibedakan menjadi dua, yaitu:
    • Saraf simpatik
    Saraf simpatik memiliki ganglion yang terletak di sepanjang tulang belakang yang menempel pada sumsum tulang belakang, sehingga memilki serabut pra-ganglion pendek dan serabut post ganglion yang panjang. Serabut pra-ganglion yaitu serabut saraf yang yang menuju ganglion dan serabut saraf yang keluar dari ganglion disebut serabut post-ganglion.
    • Saraf parasimpatik 
    Saraf parasimpatik berupa susunan saraf yang berhubungan dengan ganglion yang tersebar di seluruh tubuh. Sebelum sampai pada organ serabut saraf akan mempunyai sinaps pada sebuah ganglion seperti pada bagan berikut. Saraf parasimpatik memiliki serabut pra-ganglion yang panjang dan serabut post-ganglion pendek. 

    Saraf simpatik dan parasimpatik bekerja pada efektor yang sama tetapi pengaruh kerjanya berlawanan sehingga keduanya bersifat antagonis. Contoh fungsi saraf simpatik dan saraf parasimpatik antara lain: Saraf simpatik mempercepat denyut jantung, memperlambat proses pencernaan, merangsang ereksi, memperkecil diameter pembuluh arteri, memperbesar pupil, memperkecil bronkus dan mengembangkan kantung kemih.

    Sedangkan saraf parasimpatik dapat memperlambat denyut jantung, mempercepat proses pencernaan, menghambat ereksi, memperbesar diameter pembuluh arteri, memperkecil pupil, mempebesar bronkus dan mengerutkan kantung kemih.

    Sistem Saraf Sadar (Saraf Somatik)
    Sistem saraf sadar bekerja berdasarkan kesadaran dan kehendak kita. Ketika kita makan, minum, membaca, berbicara, maka sistem saraf inilah yang mengkoordinirnya. Saraf ini meneruskan impuls dari reseptor ke sistem saraf pusat, dan meneruskan impuls dari sistem saraf pusat ke semua otot tubuh.
    Sistem saraf sadar terdiri atas 12 pasang saraf kranial yang keluar dari otak, dan 31 pasang saraf spinal yang keluar dari sumsum tulang belakang. Saraf-saraf spinal ini terdiri atas gabungan-gabungan saraf sensorik dan motorik. Sedangkan 12 pasang saraf kranial tersebut, yaitu:
    a) saraf okulomotori, troklear, abdusen, spinal, hipoglosal. Kelima saraf ini merupakan saraf motorik.
    b) saraf olfaktori, saraf optik, dan saraf auditori. Saraf-saraf ini merupakan saraf sensorik.
    c) saraf trigeminal, fasial, glossofaringeal, dan vargus. Keempat saraf ini merupakan saraf gabungan dari saraf sesnsorik dan motorik.
    Begitulah sedikit cara kerja sistem saraf sadar dan tak sadar pada tubuh kita. Semoga artikel ini bermanfaat:D


    Baca Selengkapnya ....

    Praktik Penjernihan Air Sederhana

    Posted by Unknown Friday, April 15, 2016 0 komentar


    Penjernihan air merupakan proses menghilangkan zat-zat pengotor di dalam air, baik zat organik maupun zat anorganik. air yang melalui proses penjernihan air, dapat dikonsusmsi setelah dididihkan. Hal tersebut bertujuan untuk membunuh bakteri dan mokroorganisme berbahaya yang terdapat di air.
    Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menjernihkan air, yaitu:
    1.  Penyaringan dan Perebusan
    Air yang akan diminum harus disaring dan direbus dulu hingga mendidih setidaknya selama 5-10 menit. Hal ini dilakukan untuk membunuh bakteri, spora, dan kista serta untuk mensterilkan air. Proses penyaringan ini juga dapat menghilangkan karbon dioksida dan pengendapan kalsium karbonat.
    2. Disinfeksi Kimia
    Hal ini berguna untuk memurnikan air yang disimpan pada tempat seperti di genangan air, tangki atau air sumur.
    3. Bubuk Pemutih
    Proses ini merupakan diklorinasi kapur. 2,3 gram bubuk pemutih diperlukan untuk mendisinfeksi 1 meter kubik (1.000 liter) air. Tapi air sangat tercemar dan keruh tidak bisa dimurnikan dengan metode ini.
    4. Tablet Klorin
    Dipasaran, tablet klorin dijual dengan nama halazone. Senyawa ini mungkin cukup mahal tetapi efektif untuk memurnikan air dengan skala kecil.
    5. Filter
    Ada beberapa jenis filter air, antara lain filter keramik ‘lilin’ dan UV filter. Bagian utama dari sebuah filter keramik ‘lilin’ ini adalah lilin yang terbuat dari porselin atau tanah infusorial. Permukaannya dilapisi dengan katalis perak, sehingga bakteri yang masuk ke dalam akan dibunuh. Metode ini menghilangkan bakteri yang biasanya ditemukan dalam air minum, tetapi tidak efektif dengan virus yang bisa lolos dari saringan.
    6. Penjernihan air di PDAM
    Sebagian besar masyarakat tergantung pada air tawar yang disediakan oleh PDAM untuk keperluan sehari-hari. Air minum yang disalurkan ke rumah-rumah, perkantoran dan industri melalui pipa PDAM, berasal dari air sungai yang kemudian dibersihkan dengan melalui beberapa tahapan. Tahapan-tahapan ini berguna untuk memastikan bahwa air yang dikirimkan aman untuk dimasak dan digunakan untuk minum, memasak, membersihkan dan keperluan lainnya.


    Baca Selengkapnya ....

    Pembelajaran Berbasis Proyek

    Posted by Unknown Thursday, April 14, 2016 0 komentar
    PEMBELAJARAN- Pembelajaran Berbasis Proyek (Project-based-learning) adalah model pembelajaran yang menggunakan proyek/kegiatan sebagai pembelajaran untuk mencapai kompetensi sikap, pengetahuan dan keterampilan.
    Prinsif-Prinsif Pembelajaran Berbasis Proyek
    Pembelajaran Berbasis Proyek (PBP) adalah pembelajaran dengan menggunakan tugas proyek sebagai metode pembelajaran. Para peserta didik bekerja secara nyata, seolah-olah ada di dunia nyata yang dapat menghasilkan produk secara nyata atau realistis. Prinsif yang mendasari pembelajaran berbasis proyek sebagai berikut.
    1.        Pembelajaran berpusat pada peserta didik yang melibatkan tugas-tugas pada kehidupan nyata untuk memperkaya pembelajaran.
    2.        Tugas proyek menekankan pada kegiatan penelitian berdasarkan suatu tema atau topik yang telah ditentukan dalam pembelajaran.
    3.        Penyelidikan atau eksperimen dilakukan secara autentik dan menghasilkan produk nyata yang telah dianalisis dan dikembangkan berdasarkan tema/topik yang disusun dalam bentuk produk (laporan atau hasil karya).
    Produk tersebut selanjutnya dikomunikasikan untuk mendapat tanggapan dan umpan balik untuk perbaikan produk.
    Langkah-Langkah Pembelajaran Berbasis Proyek

    Dalam PBP, peserta didik diberikan tugas dengan mengembangkan tema/topik dalam pembelajaran dengan melakukan kegiatan proyek yang realistis. Disamping itu, penerapan pembelajaran berbasis proyek ini mendorong tumbuhnya kreativitas, kemandirian, tanggung jawab, kepercayaan diri, serta berpikir kritis dan analitis pada peserta didik. Secara umum, langkah-langkah pembelajaran berbasis proyek digambarkan dalam bentuk diagram berikut.

    1. Penentuan proyek
    2. Perancangan langkah-langkah penyelesaian proyek
    3. Penyusunan jadwal pelaksanaan proyek
    4. Penyelesaian proyek dengan fasilitasi dan monitoring oleh guru
    5. Penyusunan laporan dan presentasi/publikasi hasil proyek
    6. Evaluasi proses dan hasil proyek
    Demikan informasi kali ini, semoga bermanfaat:D
     














    Baca Selengkapnya ....